Sabtu, 01 April 2017

Tour Aja ke Toraja

Halo, Saya Wahyu Liz Adaideaja

Saat menjadi Pembicara Seminar Creativepreneur, sebenarnya saya tidak sedang menyampaikan materi, namun sedang menghibur audience, dengan media materi seminar.


kata audience tentang penampilan Mas Kuprit ^^
kurang lama ya :D

Saya bahagia dibuatnya

****

30 Maret 2017
Saya berkesempatan terbang ke Pare Pare, Sulawesi Selatan, dalam rangka memberi Seminar tentang Wirausaha Muda Kreatif.
Acara berlangsung Jumat 31 Maret 2017, di Universitas Muhammadiyah Pare Pare (UMPAR)

bersama Bapak Wakil Bupati Bantaeng (ketutupan saya)
Pare Pare Keren
pecah ambyarrrr (berkeping-keping) = artinya acaranya seru dan keren

Sesuai TOR (Term Of Reference) yang diberikan Panitia untuk saya, bahwa Seminar Creative Entrepreneurship kali ini bertujuan ntuk membuka wawasan bagi para mahasiswa tentang cara mencari ide/ inspirasi kreatif, serta mengembangkannya menjadi sebuah bisnis/ usaha yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing

Saya memperkenalkan Kuprit, boneka maskot yang memiliki visi ke depan sebagai wakil dari Indonesia ke kancah dunia, untuk membawa misi budaya Indonesia. Kuprit dengan boneka maskot, dan komik-nya.


liputan Koran Jawa Pos Radar Solo, 30 Maret 2017

Di hari sebelumnya (30/3), muncul Liputan tentang Komik Kuprit versi Bahasa Thailand yang saya luncurkan -di Assumption University of Thailand- beberapa waktu lalu.

 ***
Sebelum memberikan Seminar, panitia juga mengajak keliling Kota Pare Pare

Tongrangeng RiverSide, jalan arah RumahSakit yang baru dibangun

Monumen Cinta Sejati Ainun Habibie
Pelabuhan Pasar Senggol

Sarapan di dekat pelabuhan, ngepasi ada kapal berlabuh, kapalnya gede, nyetel musik tahun 90-an kenceng :D

Setelah sarapan, Saya sempatkan berkunjung ke Rumah Usaha temen TDA di sini, yakni Kaos Ta' milik Ketua TDA Pare Pare, Mas Rizal.


Seminar dimulai setelah Sholat Jum'at, sekitar jam 14:00 WITA

materi ful humor jadi nggak bosenin suasana-nya ceria dan senyum bahagia
aksi pengeroyokan, seperti biasanya setelah usia seminar
TDA Pare-Pare
komunitas wirausaha Tangan Di Atas (TDA) wilayah Pare-Pare

Seminar juga dihadiri teman-teman dari Komunitas Wirausaha TDA (Tangan Di Atas) wilayah Pare-Pare


31 Maret 2017 pukul 20:00 WITA

Kumpul-kumpul sharing di kafe salah satu member TDA Pare-Pare, sampai jam 23. ngantuk pol :D 
Seneng, temen-temen TDA sambutannya luar biasa.
    
sharing-sharing TDA Pare-Pare
 

 ****Tour Aja ke Toraja***


Usai seminar, sedianya saya akan langsung ke Toraja, karena perjalanan dari Pare Pare ke sana sekitar 4 jam, dan untuk melihat view Negeri di Atas Awan, harus inep semalem sebelumnya.
kaos Tour Aja ke TORAJA yang sudah saya siapkan, tetep saya pakai kok

TORAJA dikenal indah, ada tongkonan, rumah adat yang sangat khas dan kental budaya-nya. Pemandangan Negeri Di Atas Awan, sekitar 1300m dpal, hanya nampak setiap pagi.

Nah, oleh karena kendala tehnis, kesiapan, cuaca, maka Trip ke Toraja sementara ditunda.

Trip dialihkan destinasi-nya hari berikutnya, 1 April 2017, sekaligus check out balik ke Jawa.


1 April 2017 

Panitia mengajak saya untuk piknik ke Rammang Rammang, World class Karst Scenery, di Kabupaten Maros, searah jalan pulang menuju Makassar.

Lokasi ini barusaja digunakan untuk syuting The Nekat Traveler
Karst (Pegunungan, bukit batu) di rammang rammang, indah betul.

Check out dari Hotel di Pare-Pare jam 10 Pagi, kemudian perjalanan kira-kira 3 jam.
jam 12:45 sampai lokasi: Rammang Rammang Maros
makan di kafe dermaga 1. murah sekali untuk ukuran obyek wisata, dan enak
Pemilik warung di dermaga 1 ini namanya Pak Ridwan
Beliau memberikan arahan, untuk sewa kapal yang muat 5 orang harganya 250ribu,-
Pemandu 100ribu,-

Saya-pun meng-iya-kan

Kapal-kapal di dermaga 1

Saya menyewa perahu untuk berlima, sekaligus pemandu. 
Ternyata Pak Ridwan sendiri yang memandu.
Pak Ridwan dulu-nya bekerja di perhotelan, juru masak, di Manado selama 8 tahun.



Pak Ridwan bercerita panjang lebar
tentang Rammang Rammang Karst, satu-satunya pemandangan Karst di Indonesia, yang dialiri air (sungai) 

"kita menuju Gua Kunang-Kunang, kalau tidak ada pemandu, tidak bisa sampai ke sini" kata beliau

 

stalagmit stalagtit berkelip, seperti berlian
Di situ ada nenek-nenek yang konon dulu turut serta proses penemuan obyek ini.
Di depan pintu gua kita sewa senter kepala, ngasih uang per orang Rp5ribu,-

**

Lanjut ke Bukit Karst
Yang ada bendera merah putih-nya

 
naik kapal lagi, dari lokasi goa, ke jalur menuju bukit
all crew

Batu-batuan di sini pernah diteliti, dan kabarnya, ada kemungkinan rammang rammang adalah bekas lautan, sebab batuan karangnya seperti karang di lautan
**

Obyek selanjutnya adalah Taman Batu (Stone Garden)
Adalah kawasan (hutan) tapi tumbuhnya batu

Batu Batu cadas yang ada guratan-nya bekas terkikis air. Guratan-guratan kikisan air ini sama dengan yang ditemukan di Makassar.
Bisa dibayangkan dulu kawasan Sulawesi Selatan ini jaman prehistoric-nya seperti apa ^^


Langsung terhubung jalur darat dengan dermaga 1.
Biasanya lokasi ini digunakan untuk foto prewedding


bapak ini menunggui wilayah Taman Batu, kita kasih uang Rp10rb,- buat tips

Sampai pukul 16
Kami balik ke dermaga 1
Diajak Pak Ridwan ngobrol lagi di Kafe-nya, sambil menikmati singkong rebus dan pisang goreng gratis dari Pak Ridwan.
***

1 April 2017 pukul 17:30

Sampai sudah Saya di Sultan Hasannudin Airport, Makassar

Akhirnya terbang pulang, tujuan Makassar-Surabaya, karena esok pagi-nya saya mengisi seminar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

layout ruang seminar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA)


 *******
Semoga mengharukan