Mas Wahyu Liz, sebagai Praktisi Bisnis Kreatif sekaligus Motivator Generasi Millenial ini memberikan gambaran tentang cara menggali ide atau inspirasi bisnis dan wirausaha.
Dengan gayastand up comedy full 1 jam, suasana ngakak pol saat Pembicara yang ciri khasnya pakai blangkon ini memaparkan materi.
Berikut ini beberapa fakta menarik yang bikin netijen jadi sehat, kalau rajin olahraga
1. Yang njemput Mas Wahyu Liz Adaideaja tak sadarkan diri Dijemput oleh Mahasiswa Panitia di Stasiun Purwosari. Mas Wahyu duduk di bangku, ada dua mahasiswa asik ngobrol di sampingnya pas, nah, Mas Wahyu mencoba telpon, kemudian hape dari mahasiswa itu bunyi..
Trus dia lari ngangkat telpon, sama mas Wahyu langsung dijawil "saya di sini" Mahasiswa itupun akhirnya nyengir aja :D Dia tak sadar kalau dari tadi yang dijemput sudah duduk manis di sampingnya
Mas Wahyu Liz di Stasiun Purwosari
2. Barusan manggung di Venue yang sama Sebulan sebelumnya, Mas Wahyu Liz manggung di venue yang sama, Gedung F FKIP UNS
3. Pernah manggung di kampus yang sama Mas Wahyu Liz yang akrab dipanggil Mas Kuprit ini pernah mengisi untuk kampus yang sama, BKK PTN FKIP UNS, tahun 2013 lalu Yang nge-hits tentunya Pak Narto :D
4. Banyak Joke Spontan Dibandingkan dengan seminar sebelum-sebelumnya, pada seminar ini banyak joke plesetan spontanitas terlempar di atas panggung
coba aja search Google: Pembicara yang pakai blangkon
Seperti misalnya ada saat sesi tanya jawab: " Mas Wahyu, saya jualan bakpia, bagaimana supaya anti mainstream?"
Mas Wahyu Liz spontan nge-jawab: "bikin aja merk BakPia Pallen, ngartis :D " 5. Kuprit dapet sajen lengkap
coba cek IG: adaideaja untuk postingan ini :D
6. Kupritnya Ketinggalan ini detik-detik saat Mas Wahyu Liz Adaideaja dipanggil MC dan berlari ke panggung Mas Wahyu Liz mendadak puter balik dan langsung jadi pecah pada ketawa, karena Kupritnya ketinggalan
yaaah ketinggal, mbalik
7. Banyak Vlog bertebaran saat acara Mas Wahyu Liz dan Erix Soekamti banyak bikin vlog saat di venue, namun hanya beberapa yang akhirnya diunggah ke Sosial Media Berikut ini video koplakborasi Kuprit dan Erix Soekamti
Dan inti dari Seminar masih tetep sama, yakni foto-fotonya
Hadapi dengan Senyuman, Jangan Hadapi dengan Semanyun
Piye, Ambyarrr jamanku to ?
jangan kapok undang si Kuprit
Seperti biasa juga, Terjadi aksi pengeroyokan oleh Panitia dan Peserta
Selfi ing Pamrih, Rame ing Gaye...
Motivator Top CreativepreneurIndonesia yang kemana mana bawa boneka si Kuprit ini melanjutkan acara Seminar Kewirausahaan di Universitas Syiah Kuala, Aceh, 9 Desember 2017
Walikocak Surakarta yang masih remaja kinyis-kinyis ini nampak sibuk menandatangani 400-an Sertifikat Seminar
Ada acara apakah? Dimanakah Beliau berada? Apakah beliau sudah makan? ntar kalo atit gimana..?
****
8 Desember 2017
Salah satu motivator kondang Indonesia, Wahyu Liz Adaideaja (Mas Kuprit), minimal kondang di rumah tangga-nya ini berangkat ke Negeri Serambi Mekkah, Aceh Darussalam
Memenuhi undangan untuk menjadi Pembicara Seminar Kewirausahaan Kreatif di FKIP Universitas Syiah Kuala Jam 9 pagi Remaja -yang cita-citanya jadi Walikota Surakarta- ini menangkap fenomena unik di Bandara Adi Sumarmo Solo saat boarding Mungkin belum pernah diketahui orang umum,yakni fakta mengenai cara Pesawat Parkir
Praktisi Bisnis Kreatifasal Jogja ini takpernah kelewatan motret suasana langit, karena dari dulu penasaran dengan yang namanya UFO atau Piring Terbang, barangkali pas motret pas ada UFO melintas
melintasi Jawa Tengah dari 15ribu kaki di atas para penduduk
Dan taukah anda? pada akhirnya Mas Kuprit malah ketemu Piring Terbang di darat, saat resepsi pernikahan
Piring Terbang lawan kata dari Prasmanan
****
Pesawat Landing di Soetta, untuk kemudian lanjut terbang menuju Aceh Transit lagi on board, di Kuala Namu Medan. Hujan gerimis menambah syahdu suasana
Akhirnya pesawat landing di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh pukul 16:15 WIB Mas Wahyu dijemput oleh Panitia dari FKiP Universitas Syiah Kuala, request pertamanya adalah ke Pasar, beli ikat pinggang karena ikat pinggang-nya tertinggal di rumah
Pasar Aceh, Busana Murah Berkualitas, tapi jauh dari Jogja
Jam 6 petang
Mampir menikmati sunset di Pantai Ulee Lheue Indahnya luarrrrr angkasa, tak perlu edit atau pake filter, difoto apa adanya
indah bukan? senyumannya
mau ke Sabang: Sabar ya Bang, lain kali kemari lagi
Sabang ada di Seberang
Menginap di Hotel Diana Jalan T Hamzah Bendahara No.80, Kuta Alam, Banda Aceh
Di hotel inilah prosesi ratusan penandatanganan sertifikat seminar dilakukan. Acara seminar dilaksanakan esok paginya di FKIP Unsyiah. 9 Desember 2017 Acara dibuka dengan Tarian Aceh dan Tepak Sirih Penari memberikan daun sirih kepada al mukarom mas Kuprit.
boneka karakter custom sesuai pemesan, bisa satuan
coklat Kanada: kemasan pakai foto dan ucapan
Enterpreneur harus memiliki core value (nilai kompetensi inti) Adaideaja Corp punya core value antara lain: -Passion dan Kepercayaan Diri -Entertain People (produknya selalu lucu dan menghibur)
Di setiap lini usaha -mulai dari Produk dan Pelayanan- mengandung nilai inti (core value) tersebut.
Contoh dalam percakapan (chat) dengan Customer, berikut ini :
chat dibales mas Kuprit :D
pede
Sudah memasuki tahun 2018, saatnya usaha dan karir kita meroket Dengan mengelola Passion dan mengenali Core Value Kita sendiri sebagai modal utama dalam karir dan usaha
Dan, seperti biasanya, inti dari seminar adalah foto-foto bersama :D
when life gets blurry, just focus
penyamun di sarang perawan
Beraninya keroyokan
beraninya keroyokan
Dapet Sertifikat
kapan dapet sertifikat tanah ya?
Acara usai jam 12:30
*******
Seminarnya Pecah ambyarrr berkeping-keping
Dan ini kata mereka para peserta pasca mengikuti Seminar KewirausaHaHa
menggemaskan
kurang lama
ngakak beradik
jualan beras
Kuprit bahagia
**********
Jangan PANiK Mari PiKNiK
Acara dilanjutkan halan-halan keliling Aceh Darussalam Dimulai dari makan siang
Ayam Tangkap Khas Aceh
Menunggu agak lama karena ayamnya baru ditangkap
Setelah ayamnya ditangkap, dimasak Ditaburi daun Temurui (di Jawa namanya Salam Koja) Ditambahi pandan goreng
Saya suka ngunyah daunnya Tidak begitu suka ayamnya
Sebelum meninggalkan Aceh, menyempatkan diri untuk jalan-jalan lagi
Rumoh Aceh
Jam 8 pagi
Setelah sarapan di hotel, langsung check out kemudian menuju Rumoh Aceh
Bangunan Rumah Adat Aceh di Kompleks Museum Rumah Aceh.
Bentuknya Rumah Panggung dengan bayak tiang.
Di bawahnya sekarang dipakai untuk memajang benda-benda peninggalan antara lain Meriam yang dulu digunakan waktu berperang.
Taman Putroe Phang
tiap Week End ada Live Music dan kesenian Aceh, jadi rame
Taman yang didirikan pada masa Sultan Iskandar Muda, untuk istri tercintanya, Putroe Phang, Puteri Kamilah, dari Kerajaan Pahang, Malaysia
Mirip mirip Taman Sari Water Castle (Jogja) konsepnya, Taman dan Pemandian Puteri dan Permaisuri Raja
Gunongan
Gunung Mini
Simbol atau Tanda Cinta Sang Sultan pada Putroe Phang, Permaisuri asal Pahang, Semenanjung Utara Melayu
Letaknya tidak jauh dari Taman Putroe Phang, karena masih satu kompleks
Jam 9 pagi Menuju Taman BustanusSalatin
Bustan al Salatin (Taman Para Raja) Taman ini konon sudah ada sejak jaman raja-raja, sebagai kompleks bermain dan berisitirahat Kini akan dijadikan Taman dan Museum Edukasi tentang sejarah Aceh
Tahara, Shafira, Intan, Rodhiyah, dan Mas Kuprit dan kuprit kecil
backgroundnya Masjid Raya Aceh
Saatnya Pulang Sebelum pulang, Tim dari Unsyiah memberikan kenang-kenangan yang sangat berkesan, Rencong Pigura Dan karena rencong itu benda tajam, maka di bandara sempat berurusan dengan Tim Screening Rencong dititipkan ke Lost and Found Saat itu, sistem check in Batik Air sedang down, sehingga boarding pass-nya ditulis tangan
takkalah sama tulisan dokter
Lost n Found Bandara Soetta untuk ambil barang yang dititipkan
Perjalanan pulang turun transit di Soetta untuk kemudian lanjut dengan Sriwijaya Air dari Soetta ke Solo
Sampai di rumah, alhamdulillah
Langsung unboxing oleh-oleh dari Aceh
Adat Bak Po Teumeureuhom, Hukom Bak Syiah Kuala,
Qanun Bak Putroe Phang, Reusam Bak Laksamana
Po Teumeureuhom adalah lambang pemegang kekuasaan
Syiah Kuala adalah lambang hukum syariat atau lambang agama dari Ulama
Qanun adalah lambang perundang-undangan yang berdasarkan Islam dan adat
Reusam adalah lambang dari tata cara pelaksanaan adat dari para peutua adat dan juga berlandaskan pada Islam
Makin cinta Indonesia
Demikian kisah Perjalanan Mas Kuprit di Negeri Bungong Jeumpa
Sampai Jumpa, Semoga Mengharukan Management Adaideaja 085728309759 klik di sini untuk langsung chat WA: