Tampilkan postingan dengan label business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label business. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Agustus 2017

Peluang Bagi yang Perlu Uang

Peluang atau Opportunity

Peserta Seminar yang mendapat hadiah komik Si Kuprit

Setiap memberikan seminar untuk mahasiswa tentang Creative Idea atau Ide/ Inspirasi kreatif untuk kewirausahaan, Saya sering mendapatkan pertanyaan tentang Cara tepat menangkap atau menciptakan Opportunity/ peluang.


Hari ini saya rumuskan Cara menangkap peluang, dan menciptakan peluang itu sendiri:
  1. Comfortunity
  2. Komportunity
  3. Obortunity

salah satu usaha Adaideaja: boneka Karakter Custom Satuan, ini boneka Paskibraka

Peluang biasanya ditangkap dan dicari oleh yang Perlu Uang
Bila peluang tidak ditemukan, selalu Saya sarankan, ciptakanlah peluang

1. Comfortunity

     Bila sudah menemukan peluang, buat daftar/ list, cari yang paling Comfort/ Nyaman, Mudah, dan sesuai kata hati/ passion
Sehingga dalam meng-eksekusi peluang itu akan relatif lebih mudah dijalankan

2. Komportunity

     Dari daftar peluang yang mudah dan nyaman dijalankan, pilih lagi, mana yang paling memotivasi, mana peluang yang kira-kira kalau dijalankan kita jadi terpacu untuk terus melakukan inovasi.
Nah, pilih yang itu

3. Obortunity
     Dari peluang yang kita pilih untuk dieksekusi, selain memotivasi dan memacu untuk terus kreatif, pilih yang terbaik, yakni yang dapat menjadi obor, penerang/ menginspirasi banyak orang. 
Istilahnya: jangan sukses sendirian, sukses itu berjamaah, hidupnya bermanfaat.

Kuprit, Boneka Maskotnya Indonesia
salam Scale Up Spirit komunitas TDA

23 Agustus 2017
     Sharing Creative Idea untuk mahasiswa anggota KOPMA UNS Solo
Acara berlangsung di Gd. Perpustakaan UNS

     Pada kesempatan ini saya sampaikan pentingnya Visi, sebelum mulai melangkah meng-eksekusi Peluang yang ditangkap.

     Visi menjadi panduan ke arah mana usaha kita akan melangkah, Visi memandu usaha kita berjalan sesuai track atau jalur.

komik plesetan Legenda si Kuprit, dan Boneka Kuprit, tersedia di bukalapak.com/adaideaja
tentang karakter si kuprit, simak di www.siKuprit.com
  
Saya memberi contoh visi Adaideaja, yakni Menjadi tuan rumah di Negeri Orang.
Maka langkah-langkah Adideaja tentu langkah strategis untuk go international, dimulai dari negeri tetangga.
 
ambyarrrkan!

Acara ini berlangsung atas kerjasama KOPMA UNS dengan Komunitas Wirausaha Tangan Di Atas (TDA) wilayah Soloraya.

     Pada acara ini juga, mulai diperkenalkan program TDA Kampus Soloraya, yang nantinya menjadi wadah bagi para mahasiswa yang berminat dan antusias dalam belajar berbisnis, dan tentunya sesuai dengan nilai-nilai komunitas TDA, menginspirasi, dan terus berbagi, bersama menebar rahmat



Salam Scale up SPIRIT, Semoga Mengharukan

***
postingan sebelumnya silahkan klik: 
tentang Cara Menghilangkan Grogi Berbicara di Depan Umum



follow instagram:  adaideaja
LINE@  : @adaideaja  ( pake @ )

Rabu, 12 April 2017

Travelmate Fresh Idea

Setiap saya melakukan perjalanan ke luar kota, dalam rangka mengisi seminar atau bisnis trip, saya mendapatkan ide-ide segar untuk membuat karya baru.

Ide bisa muncul dari sebuah masalah. Dengan fokus mencari solusi atas masalah tersebut kita akan menemukan ide baru yang memiliki kemungkinan menjadi peluang usaha.

Contohnya adalah ide untuk menjadi travelmate

***

Senin, 10 April 2017
Saya -Wahyu Liz Adaideaja- melakukan perjalanan ke Kota Kudus, dalam rangka mengisi Seminar Creativepreneur untuk UMKM dan Pelajar Sekolah.

Dari Solo saya naik travel, biayanya Rp100ribu,-
Perjalanan ditempuh dalam waktu 4jam. Jam 8 pagi-12 siang 
Saya langsung menuju Hotel tempat menginap, @HOM by Horison Hotel

@HOM by Horison, Kudus

Oleh karena acara dilaksanakan hari berikutnya, yakni 11 April, maka saya masih punya waktu kosong seharian

SoloTraveler
Traveler dari Solo? he..he..he
Traveling sendirian. Jauh hari sebelumnya saya mencari teman-teman -dari beberapa komunitas- yang asli Kudus, atau tinggal di Kudus. Bertanya tentang obyek wisata atau view yang bisa dikunjungi dan dinikmati.

Saya-pun mendapat panduan dari teman Komunitas Menulis online, ada Mbak Ragil dan Mbak Inda (terimakasih banyak informasi dan pantauan-nya)


nggabur drone
Travelmate
Ketika saya sedang di sebuah kota, sendirian, pingin jalan-jalan, ada rasa bingung, mau nanya-nanya ke siapa. ini adalah problem.

Solusinya adalah Travelmate. Saya membayangkan, ada orang-orang yang bersedia menjadi tuan rumah (local guide), bersedia menemani, menunjukkan jalan, untuk Solotraveler seperti saya.

Lebih jauh lagi ide-nya adalah apps (aplikasi)
Aplikasi yang kalau kita pencet, muncul Local Guide sebagai pemandu para traveler. Atau yang saya istilahkan Travelmate.

Dan ternyata, apps seperti itu sudah ada. Namanya Travelmate.


penampakan apps Travelmate di hp saya

Saya unduh apps ini di iPhone, dan bagus, persis seperti angan-angan/ solusi dari problem yang saya jumpai.

***
Namun apps ini belum ter-sosialisasi-kan dengan lebih luas lagi, sehingga jangkauan untuk mendapat pertemanan masih kurang luas.

Aplikasi travelmate yang ini juga mempertemukan sesama traveler, walaupun tidak menutup kemungkinan traveler ketemu Local Guide

Untuk men-cover kekurangan apps ini, bisa saja Local Guide/ orang lokal membuka jasa travelmate in order (apa istilahnya ya?)
Travelmate yang mau menemani jalan.

Boleh saja nge-charge biaya. namun akan lebih bagus lagi untuk jasa ini FREE.
 
Kuprit @HOM Hotel, Kudus


Nah untuk mendapat keuntungan sebagai travelmate dari mana?
Diperluas lagi layanan-nya, misalnya bekerjasama dengan Produk Lokal.
Sehingga tidak perlu charge biaya-pun tetep bisa "monetize" dari sumber yang lain.
Misalnya nih, angan-angan saya:

Ketika saya ke Kudus, Saya sebagai Traveler, searching Google, nemu travelmate/ local guide,
  • Dia jemput, tidak masalah dengan transportasi apapun, jalan kaki, becak, angkot, bis, taksi, mana yang paling memungkinkan (ini hal tehnis)
  • Tidak harus jemput, ditentukan Meeting Point-nya juga bisa
  • Travelmate siap dengan itinerary untuk jalan 1 hari atau lebih, atau bisa juga saya punya itinerary keinginan sendiri
  • Travelmate bisa bekerjasama dengan pihak pengelola obyek wisata, atau pusat oleh-oleh, bahkan kalau dia punya bisnis pusat oleh-oleh, dia bisa mendapat untung dari jualannya. 
  • Tau sama Tau, sebagai traveler, tentu untuk biaya jalan, atau mungkin makan-makan, traveler siap menanggung
  • Travelmate sebaiknya belajar fotografi, karena harus siap jadi fotografer juga :D
Keuntungan secara non materil ada banyak, bila kita jadi travelmate
  • Dapet teman, kenalan baru
  • Banyak wawasan baru dari traveler yang kita temani
  • Kalau suatu saat gantian kita ke kota asalnya traveler, bisa kontak-kontak 
  • kalau dapet artis kan lumayan, bisa narsis bareng

*****

Kudus Kota Santri
Wisata-nya Wisata Religi
Ada menara Kudus dan Makam Sunan Kudus

Ada juga Gunung Muria dan Makam Sunan Muria
Biasanya wisata seperti ini jadi satu paketan ziarah wali songo, hingga ke Kota Demak.

Hari pertama saya di Kudus, berdasarkan arahan teman, saya nyoba Sate Kerbau
Di Kudus olahan-nya rata-rata daging Kerbau



Saya makan 15 tusuk, harganya Rp55ribu,- sama es teh.
 
Sate Kerbau ini di pinggiran jalan samping Pasar Kliwon.
Jalan kaki dari hotel sekitar 500meter.

siang yang cukup terik di Pasar kliwon

Saya ke Pasar Kliwon karena venue acara besoknya ada di sini.

Saya bertanya pada si Ibuk penjual sate, bagaimana cara ke menara Kudus, si ibuk menyarankan untuk naik becak, Rp 20ribu,-

***

Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus
Dipenuhi peziarah dari berbagai kota.
Disini berlangsung tahlil dzikir.

tahlilan di makam Sunan Kudus
Menara Kudus dan Masjid
Gerbang Menara Kudus



Dari menara sudah cukup sore, dan mendung, saya memutuskan balik ke hotel, naik becak lagi, Rp30ribu,-
Rencana-nya, malam mau ke Taman Lampion, namun hari hujan, lebat, jadi saya urungkan niat.

Malamnya setelah hujan reda, saya jalan ke arah Pasar Kliwon lagi, beli Soto Kerbau
Soto Kebo, keren bo


Selasa, 11 April 2017
Acara berlangsung di Lapangan Parkir Pasar Kliwon, Kudus
Tema: "Tax Goes To School"
Penyelenggara: KPP Pratama Kota Kudus

Susunan acara:
  • Lomba Fashion Show: Hijab dan Kebaya
  • Pengumuman Pemenang Karikatur
  • Seminar Business Development untuk UKM dan Pelajar
Lomba Fashion Show
Saya menjadi salah satu Juri dalam lomba ini.

Juri Fashion Show

Angka nilainya 70-100
Ada dua yang dilombakan:
Kategori Hijab dan Kebaya

saat latihan sebelum acara, juara-nya sudah saya prediksi
parade model
Saya, MC, Finalis, dan ada bu Ning Dijah Kepala KPP Pratama Kudus
jajaran MC Entertainer dan Mas Kuprit
juara-nya
  



Seminar Bisnis Development
Tema: Creativepreneur: Ide/ Inspirasi Wirausaha dan Pengembangan Usaha, dari UKM Usaha Kecil Mungil menjadi UKM Usaha Keren Mendunia

desain kaos Tax Kenal Maka Tax Sayang by Adaideaja
kaosTomat by Adaideaja
tax kenal ?
boneka baju adat Kudus by Adaideaja, jadi maskot dan hadiah buat pemenang

Dilanjut foto-foto seseruan

Ibu Ning Dijah Prananingrum, Kepala KPP Pratama Kudus
Vanny Alley, MC n Singer
berpoto keluarga di Kantor KPP Pratama Kudus

Acara usai pukul 13:00 WIB

Jadwal travel pulang ke Solo jam 16:00
Ditemani salah seorang Staf KPP Pratama, Mas Eko, saya diajak untuk ke obyek ikon kota Kudus, 
yakni Jembatan di batas kota, dan Djarum OASIS

Kota romantis, dimana aku TembakKau

Jembatan ini ramai-nya kalau malam, karena ada hiasan lampu warna warni yang indah. Jembatan ini bentuknya Daun Tembakau

Lanjut ke Djarum OASIS



Tadinya saya pikir ini monumen bentuk jarum bengkok.
Dugaan saya keliru, ternyata ini adalah monumen rambut upin ipin

Dari sini, saya balik lagi ke Kota Solo



semoga mengharukan 

 *****

Next Event
16 April 2017
Creativepreneur Comedy Show at STIE Surya Global, Yogyakarta

20 Mei 2017
Kuprit feat BayuSkak, Semarang

management adaideaja
081578741797

Selasa, 28 Februari 2017

Belajar Bisnis di Thailand (3)

Sawasdee khrap

Ini adalah kelanjutan dari 2 cerita sebelumnya, masih perjalanan belajar bisnis di Thailand, yang di dalamnya banyak ide inspiratif bertebaran.

Simak cerita sebelumnya di:

Link Hari ke-1

Link Hari ke-2

Perjalanan saya berlanjut di hari ke-3


24 Februari 2017 

Saya ditemani ibu negara dan Prisira.
Hari ini acaranya keliling ke obyek-obyek wisata saja, 

Jam 11:03
Saya diantarkan ke Santi Suk Post Office (100 m dari BTS Thong Lo), untuk kirim paket boneka, komik, dan kaos, ke teman-teman di Thailand. 

jangan dilirik, entar grogi


Tadinya mau saya kirimkan dari Indonesia, namun karena waktunya ngepasi saya ke Bangkok, jadi sekalian aja.

Ternyata 3 paket biayanya cuma 90 THB, Sekitar 40ribu rupiah saja. Padahal kalau dari Indonesia, 3 paket itu bisa sampai 900ribu rupiah 

Paket-Paket itupun akhirnya nyampai, 28 Februari 2017
Dan langsung dipakai oleh teman-temannya Kuprit ini


Miss Gift
kaos TelorAsin antar umat Endognesia
 
kaos pengusaha yang ULET


******


jam 12:00

2 Sanamchai Road, Grand Palace Subdistrict, Pranakorn District, Bangkok 

tiketnya 100THB (40ribu/ orang)
 
Temple of the Reclining Buddha

Ada patung Budha tidur besar sekali

bagian kepala Budha
purple lotus at the temple


Ada gerbang yang ditunggu model China gitu patungnya


ibu Negara, Prisira, Kuprit



dari Wat Pho, saya menuju Old Siam
Sama seperti tahun lalu

Old Siam
14:05
wisata kuliner di O siam







jam 15:36
Kami bertiga nyampai ke Asiatique (pakai taksi)

Asiatique The Riverfront, ada banyak sekali kedai, tapi masih pada tutup, kecuali beberapa distro/ outlet pakaian.

Akhirnya kami nunggu jam 17 supaya lebih ramai. kami nunggu sambil ngopi di Dunkin Donuts





Jam 18:35 naik Free Boat ke BTS Saphan Taksin untuk menuju National Stadium, ke MBK Center

free boat di Asiatique

 

Jam 19:05
Sampai di MBK center


Yana Restaurant halal di MBK lantai 6
MBK center

 

Di MBK beli oleh-oleh, asinan, gantungan kunci, buku agenda, dll
kamipun pulang

25 Februari 2017
dari Padi Madi jam 5 pagi, menghadang taksi, taksinya baik hati pakai argo,
cuma ngomong Don Mueang nya harus diulang ulang sampai kedengeran benar


Jam 5:45
Sudah sampai di Bandara, taksinya habis sekitar 250 THB

Don Mueang Airport
cek foreign pasport
lembaran departure card untuk loket imigrasi pas mau keluar dari bandara

 

Pesawat jam 9:05,
itupun nanti transit di KLIA , Malaysia 
Sampai di Malaysia jam 12 (maju 1 jam di banding Bangkok)


platform pelepasan
sempet nuker ringgit, buat beli makan siang

naik kereta ke ruang tunggu pesawat
dari KLIA ke ruang tunggu pesawat naik shuttle train


Alhamdulillah mendarat sempurna di Solo jam 17:30
 
custom declaration, satu keluarga 1 lembar


Akan tetapi pemirsa..
hape jadul saya tertinggal di Thailand
Saya langsung kontak ChaCha, teman Thailand saya yang baru kenal, untuk mengambil
Dan akhirnya dikirim via pos.
samsung galaxy young
Khob khun Khrap
 
 

klik chat WA berikut: