Minggu, 26 Februari 2017

Belajar Bisnis di Thailand

Sawasdee khrap..

Saya Wahyu Liz Adaideaja
Ini adalah kali kedua saya berkunjung ke Thailand.

Tahun lalu saya berlima melakukan kunjungan piknik anti mainstream, simak di link ini
Tahun ini saya bersepuluh melakukan kunjungan Studi Bisnis,
anti mainstream juga

itinerary Bangkok BisnisTrip


21 Februari 2017
Berangkat dari Solo bersama ibu negara, Landing Soetta, kemudian dari Soetta menuju Don Mueang, Bangkok


antrian cek paspor di Don Mueang cukup padat (19:30 WIB)
jam 19:55 baru dapet giliran
Dari bandara naik Taksi (pilih taksi yang mepet pintu luar, lebih murah)
menuju ke Padi Madi Guest House, Sukhumvit soi 53, Bangkok, di bawah BTS Tong Lo

Taksinya 180+20 (toll)+50 (tax) = 250 baht (100ribuan rupiah), itungannya tidak mahal, untuk perjalanan hampir 1 jam dari Don Mueang ke PadiMadi

TinTin di PadiMadi
malemnya jam 21:20 janjian ketemu temen Thailand, namanya ChaCha
di BTS Tong Lo
Chacha ini seorang financial journalist
Dia memberikan hadiah Buku yang bikin saya menangis

novel Thailand ini sungguh mengharukan :D
Chacha and Kuprit

22 Februari 2017
Bisnis Trip dimulai.
lokasi yang akan dikunjungi:
  1. C Asean
  2. Dream Office
  3. HotelQuickly Office
  4. Assumption University 
C Asean
Cyber World Tower, 10th floor, 302 รัช ดา, Huai Khwang, Bangkok

kunjungan Kuprit ke C Asean
Wahyu Liz Adaideaja at Creative Age Marketing
di c asean bertemu anak-anak tajir ini
Wempy Dyocta Koto dan temen-temen Start Up ASEAN

Di sini, saya dan teman-teman Start Up dari Indonesia bertemu Young Entrepreneur Thailand yang pendidikannya kelas internasional.
Kami berdiskusi tentang peluang dan kemungkinan perluasan bisnis di masing-masing negara.
Tak lupa saling tukar kartunama dan LINE id.

Bersamaan dengan moment penting ini, Saya meluncurkan Komik Kuprit berbahasa Thailand pertama.

Dream Office (by c Asean)
Cyber World Tower, 14th Floor, Tower A 90 Ratchadapisek, Samsennok, Huai Khwang Bangkok
Dream Office c Asean
Dream Office Library
Wahyu Liz, Kuprit and Kuprit Comic at Dream Office Library
 

Co Working Space yang bagus, tempat inkubasi para start up digital Thailand.

Hotel Quickly
17th Floor Sethiwan Tower, 139 Pan Road, Silom, Bangrak, Bangkok 
 
Siapa yang hobi traveling, pasti ngerti aplikasi HQ (Hotel Quickly) 
Aplikasi untuk booking hotel, dimana kita akan dicarikan kamar dengan rate murah karena biasanya ada secret deal dan last minute booking, kamar-kamar yang masih sisa kosong yang harus segera terjual.

Kami bertemu Tomas Laboutika, CEO dan co Founder Hotel Quickly, kemudian kami mendapatkan arahan serta pembelajaran tentang start up, yang dibangunnya sejak 2013 ini.

Tomas, kaos biru (belakang)
Kuprit mendengarkan pemaparan si Tomas
ngemilnya mete
HQ luar biasa, 3 tahun sudah mengglobal
Dari Hotel Quickly kita menuju Kampus International
Assumption University of Thailand (ABAC)

 *****
 
Assumption University (ABAC) Svarnabhumi Campus
Rombongan dari Indonesia digawangi oleh Wempy Dyocta Koto (International Business Coach), dan tentu bersama kami:
Wahyu Liz Adaideaja, Bu Melly, Syarif dan staf nya, Hafidz, Linda, Gege, Mbak Ilma, serta Wulan Ayu dari Medan


dari kiri: Gege, Hafidz, Linda (belakang), bu Melly (depan), Syarif (belakang), Stafnya Syarif (belakang), Uda Wempy (berjas di depan), mbak Ilma (belakang), Wahyu Liz (dan boneka kuprit), Wulan Ayu (depan)

Di kampus ABAC ini, Wempy memberikan kuliah tentang Start Up industries. Kampus ABAC adalah kampus Yayasan Katholik International terbesar di Thailand, mahasiswanya beragam, bukan hanya dari Thailand, tapi juga dari berbagai negara

usai sesi kuliah, ABAC Campus


ini di taman samping kampus ABAC

Wahyu Liz Adaideaja dan Komik Kuprit versi Thailand

Nemu pemandangan bagus lainnya juga

sesi pemotretan

muslim prayer room, bersih, nyaman, ada di depan, mudah diakses, kereen



Somboon Seafood
167/9-12 Huay-Kwang Intersection DinDeang
 

Setelah dari kampus ini, kita lanjut makan malam di Somboon Seafood, letaknya di pintu keluar jalur MRT Huay Khwang

Di sini sekaligus saya bertemu dengan teman Thailand, Prisira. yang seharian menemani ibu negara keliling Museum Rattanakochin

 
alhamdulillah ngumpul
from left: Prisira, Prisira's sister, ibu negara, Mas Kuprit
****








Itu perjalanan BisnisTrip di Hari Pertama