Mas Wahyu Liz Adaideaja berangkat ke Kota Ukir, Jepara
Berangkat jam 8 pagi, dan sampai Jepara jam 13wib acaranya: Seminar Creativepreneur, kita menyebutnya Tabligh Ambyar (ambyar artinya suasana-nya bakalan pecah seru ramai) berlokasi di Kampus FEB UNISNU Jepara
Jangan lupa SUBSCRIBE, supaya Mas Wahyu Liz alias Mas Kuprit Konsisten bikin Konten.
Konten yang ko nten enteni (kau nanti-nanti)
behind the scene
Mas Kuprit Menginap di hotel yang sunyi, namanya hotel syailen. Syailendra.
Jadi nyaman buat ngeVlog.
**********
Jam 13:30wib Owner Adaideaja Tbk (Tukang boneka & kaos) ini diajak sama panitia jalan-jalan ke Pantai Kartini. Ada kapal-kapal kecil untuk menyeberang ke Pulau Panjang
Tapi pas Kuprit mau naik ternyata dijual perahu-nya
coba zoom: milik Haji Sumeneng, orangnya pendiem
kuprit berjemur
suasana hangat
Di kompleks Pantai ini juga bisa kita jumpai Kura Kura Raksasa Tempat yang pas buat yang hidupnya kura kura Bahagia
yang akur akur ya
LASKAR NGELANGI Ngelangi artinya berenang. Ada banyak anak-anak berenang dan menyelam kalau ada yang melempar koin di tepian pantai
Perjalanan dilanjutkan Ke Museum Kartini mengapa semua serba Kartini? karena berdasar Sejarah, RA Kartini adalah puteri dari Bupati Jepara.
*********
Museum ini cocok juga untuk yang kesepian
Kata Mas Kuprit:
"kalau kalian merasa kesepian, dan tidak ada yang mempedulikan, mainlah ke museum Kartini, karena di sini, PLN peduli"
PLN peduli lho..
Museum Kartini dikelola oleh PLN
Satu tanda tanya besar, akhirnya terkuak sudah Menurut Mas Kuprit, hal ini sudah pas,
mengapa Museum Kartini dikelola PLN Ya karena "Habis Gelap Terbitlah Terang"
lorong cahaya
KARTINI (PendeKAR haTi nuraNi)
Kata lulusan Kimia UGM yang juga komikus webtoon ini, Kartini bisa saja berarti pendeKar haTi Nurani
Menurutnya, Nurani berasal dari kata Nur Aini (cahaya mata)
Cahaya yang memecah kegelapan dan menuntun sejauh mata memandang
kereta tak berkuda
tulang lele raksasa dari Karimunjawa
mebel RA Kartini
ukiran patung dari kayu utuh lho
*********
Mas Wahyu Liz Adaideaja, selain berkegiatan mengisi seminar, juga mengelola usaha-nya, Adaideaja, yang meliputi:
Malam hari-nya Remaja milenial kelahiran Jogja ini digerebek oleh dua pemuda yang dikenal
Yakni anggauta komunitas wirausaha terbesar di Indonesia, TDA (Tangan di Atas) wilayah Jepara
Terjadilah obrolan hingga tak terasa sudah habis bahan obrolannya.
*********
4 April 2019 Mas Wahyu Liz Adaideaja, sebagai narasumber creativepreneur di era industri 4.0, bersama dengan Mbak Ulfi Sinta, Wedding MUA asal Kudus, tampil memberikan materi yang seru, ambyarrr
Semoga Mengharukan
ambyarrrr!!!
berdoa mulai
Mbak Ulfi bercerita tentang MUA, dan seMUA perjalanan karir-nya
Mas Kuprit menuturkan pengalamannya ketika kebingungan baca UN is NU sampai diulang ulang ternyata UN is NU... UN is NU.. oooh...
Walikocak Surakarta yang masih remaja kinyis-kinyis ini nampak sibuk menandatangani 400-an Sertifikat Seminar
Ada acara apakah? Dimanakah Beliau berada? Apakah beliau sudah makan? ntar kalo atit gimana..?
****
8 Desember 2017
Salah satu motivator kondang Indonesia, Wahyu Liz Adaideaja (Mas Kuprit), minimal kondang di rumah tangga-nya ini berangkat ke Negeri Serambi Mekkah, Aceh Darussalam
Memenuhi undangan untuk menjadi Pembicara Seminar Kewirausahaan Kreatif di FKIP Universitas Syiah Kuala Jam 9 pagi Remaja -yang cita-citanya jadi Walikota Surakarta- ini menangkap fenomena unik di Bandara Adi Sumarmo Solo saat boarding Mungkin belum pernah diketahui orang umum,yakni fakta mengenai cara Pesawat Parkir
Praktisi Bisnis Kreatifasal Jogja ini takpernah kelewatan motret suasana langit, karena dari dulu penasaran dengan yang namanya UFO atau Piring Terbang, barangkali pas motret pas ada UFO melintas
melintasi Jawa Tengah dari 15ribu kaki di atas para penduduk
Dan taukah anda? pada akhirnya Mas Kuprit malah ketemu Piring Terbang di darat, saat resepsi pernikahan
Piring Terbang lawan kata dari Prasmanan
****
Pesawat Landing di Soetta, untuk kemudian lanjut terbang menuju Aceh Transit lagi on board, di Kuala Namu Medan. Hujan gerimis menambah syahdu suasana
Akhirnya pesawat landing di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh pukul 16:15 WIB Mas Wahyu dijemput oleh Panitia dari FKiP Universitas Syiah Kuala, request pertamanya adalah ke Pasar, beli ikat pinggang karena ikat pinggang-nya tertinggal di rumah
Pasar Aceh, Busana Murah Berkualitas, tapi jauh dari Jogja
Jam 6 petang
Mampir menikmati sunset di Pantai Ulee Lheue Indahnya luarrrrr angkasa, tak perlu edit atau pake filter, difoto apa adanya
indah bukan? senyumannya
mau ke Sabang: Sabar ya Bang, lain kali kemari lagi
Sabang ada di Seberang
Menginap di Hotel Diana Jalan T Hamzah Bendahara No.80, Kuta Alam, Banda Aceh
Di hotel inilah prosesi ratusan penandatanganan sertifikat seminar dilakukan. Acara seminar dilaksanakan esok paginya di FKIP Unsyiah. 9 Desember 2017 Acara dibuka dengan Tarian Aceh dan Tepak Sirih Penari memberikan daun sirih kepada al mukarom mas Kuprit.
boneka karakter custom sesuai pemesan, bisa satuan
coklat Kanada: kemasan pakai foto dan ucapan
Enterpreneur harus memiliki core value (nilai kompetensi inti) Adaideaja Corp punya core value antara lain: -Passion dan Kepercayaan Diri -Entertain People (produknya selalu lucu dan menghibur)
Di setiap lini usaha -mulai dari Produk dan Pelayanan- mengandung nilai inti (core value) tersebut.
Contoh dalam percakapan (chat) dengan Customer, berikut ini :
chat dibales mas Kuprit :D
pede
Sudah memasuki tahun 2018, saatnya usaha dan karir kita meroket Dengan mengelola Passion dan mengenali Core Value Kita sendiri sebagai modal utama dalam karir dan usaha
Dan, seperti biasanya, inti dari seminar adalah foto-foto bersama :D
when life gets blurry, just focus
penyamun di sarang perawan
Beraninya keroyokan
beraninya keroyokan
Dapet Sertifikat
kapan dapet sertifikat tanah ya?
Acara usai jam 12:30
*******
Seminarnya Pecah ambyarrr berkeping-keping
Dan ini kata mereka para peserta pasca mengikuti Seminar KewirausaHaHa
menggemaskan
kurang lama
ngakak beradik
jualan beras
Kuprit bahagia
**********
Jangan PANiK Mari PiKNiK
Acara dilanjutkan halan-halan keliling Aceh Darussalam Dimulai dari makan siang
Ayam Tangkap Khas Aceh
Menunggu agak lama karena ayamnya baru ditangkap
Setelah ayamnya ditangkap, dimasak Ditaburi daun Temurui (di Jawa namanya Salam Koja) Ditambahi pandan goreng
Saya suka ngunyah daunnya Tidak begitu suka ayamnya
Sebelum meninggalkan Aceh, menyempatkan diri untuk jalan-jalan lagi
Rumoh Aceh
Jam 8 pagi
Setelah sarapan di hotel, langsung check out kemudian menuju Rumoh Aceh
Bangunan Rumah Adat Aceh di Kompleks Museum Rumah Aceh.
Bentuknya Rumah Panggung dengan bayak tiang.
Di bawahnya sekarang dipakai untuk memajang benda-benda peninggalan antara lain Meriam yang dulu digunakan waktu berperang.
Taman Putroe Phang
tiap Week End ada Live Music dan kesenian Aceh, jadi rame
Taman yang didirikan pada masa Sultan Iskandar Muda, untuk istri tercintanya, Putroe Phang, Puteri Kamilah, dari Kerajaan Pahang, Malaysia
Mirip mirip Taman Sari Water Castle (Jogja) konsepnya, Taman dan Pemandian Puteri dan Permaisuri Raja
Gunongan
Gunung Mini
Simbol atau Tanda Cinta Sang Sultan pada Putroe Phang, Permaisuri asal Pahang, Semenanjung Utara Melayu
Letaknya tidak jauh dari Taman Putroe Phang, karena masih satu kompleks
Jam 9 pagi Menuju Taman BustanusSalatin
Bustan al Salatin (Taman Para Raja) Taman ini konon sudah ada sejak jaman raja-raja, sebagai kompleks bermain dan berisitirahat Kini akan dijadikan Taman dan Museum Edukasi tentang sejarah Aceh
Tahara, Shafira, Intan, Rodhiyah, dan Mas Kuprit dan kuprit kecil
backgroundnya Masjid Raya Aceh
Saatnya Pulang Sebelum pulang, Tim dari Unsyiah memberikan kenang-kenangan yang sangat berkesan, Rencong Pigura Dan karena rencong itu benda tajam, maka di bandara sempat berurusan dengan Tim Screening Rencong dititipkan ke Lost and Found Saat itu, sistem check in Batik Air sedang down, sehingga boarding pass-nya ditulis tangan
takkalah sama tulisan dokter
Lost n Found Bandara Soetta untuk ambil barang yang dititipkan
Perjalanan pulang turun transit di Soetta untuk kemudian lanjut dengan Sriwijaya Air dari Soetta ke Solo
Sampai di rumah, alhamdulillah
Langsung unboxing oleh-oleh dari Aceh
Adat Bak Po Teumeureuhom, Hukom Bak Syiah Kuala,
Qanun Bak Putroe Phang, Reusam Bak Laksamana
Po Teumeureuhom adalah lambang pemegang kekuasaan
Syiah Kuala adalah lambang hukum syariat atau lambang agama dari Ulama
Qanun adalah lambang perundang-undangan yang berdasarkan Islam dan adat
Reusam adalah lambang dari tata cara pelaksanaan adat dari para peutua adat dan juga berlandaskan pada Islam
Makin cinta Indonesia
Demikian kisah Perjalanan Mas Kuprit di Negeri Bungong Jeumpa
Sampai Jumpa, Semoga Mengharukan Management Adaideaja 085728309759 klik di sini untuk langsung chat WA: