Senin, 15 Mei 2017

Makin Mahal Makin Laris

Kita boleh kok jual benda-benda terlarang
terlarang artinya the most expensive, paling mahal.
(larang = mahal)

Itu adalah kalimat pembuka yang kurang penting
Nah, berikut ini hal-hal yang lebih penting:


Pada suatu hari, di musim panas di Kota Solo
Minggu, 14 Mei 2017

Saya memberikan seminar creative entrepreneur untuk teman-teman wirausaha Soloraya, di Hotel Baron Indah, Solo
Penyelenggara acara-nya adalah RKB (Rumah Kreatif BUMN) Kota Solo.
Tema: Kumpul BakuL #2

Didukung oleh beberapa komunitas dan lembaga seperti 
-iibf (indonesian islamic bisnis forum)
-YuBi Solo
-PLUT KUMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM)
-TOP (Tokopedia Solo)
-BL (Bukalapak Solo)



Kuprit feat Ryo, pemuda yang tinggi semampai
pak Edy dari RKB, juga mas Angga R Solixin
ambyyarrrkan!
Pak Edy Suhardi -Manager RKB Solo- memaparkan kiat-kiat bisnis, juga memperkenalkan kegiatan di Rumah Kreatif BUMN.

Nampak hadir tergopoh-gopoh para peserta, ada yang dari luar kota, ada Wonogiri, ada Magetan, yang kalau jalan kaki 2 hari baru nyampai.

Materi Seminar yang saya sampaikan -sebagai praktisi industri kreatif- tentu bukan hal yang teoritis, karena saya praktisi, pelaku.
Praktek dulu baru menemukan teori-nya.

Dalam industri kreatif, 
Kita jualan barang yang -harga jualnya- ditentukan dengan 2 cara:
1. Harga Secara Fungsi (orang beli untuk apa)
2. Harga Secara Emosi  (orang beli akan menjadi apa)

Harga Secara Fungsi
Perhitungan komponen harga berdasar Harga Pokok Produksi 

misalnya Kaos.
Harga jual 30.000,-
itu komponen harganya:
  • Kain             : 20.000
  • sablon          :   3.000
  • JahiT            :   3.000
  • gaji karyawan:   1.000
  • biaya-biaya   :   1.000
  • ambil margin :   2.000
pas 30.000,-
Bagaimana jualan dengan margin Rp2.000,- bisa jadi milyarder?
jual secara massive quantity, sehari jual 10.000 pcs misalnya 

Harga Secara Emosi
Perhitungan komponen harga berdasar Nilai Tambah pada produk (value add) yang menggerakkan emosi pelanggan. Beli bukan karena sekedar butuh tapi juga karena ingin.

misal kaos
Harga jual 120.000,-
Tidak dapat dirinci berdasar harga pokok produksi 


para pemirsa selalu bahagia
Produk Adaideaja antara lain KaosTomat, Kaos Plesetan Gokil,
Harga jualnya 75-90ribu,-
Inti jualannya adalah pada ide desain kata kata plesetannya.

kaos pengusaha yang ULET

model: Sheza Idris

Itulah sebabnya ada barang-barang yang harganya luar biasa mahal tapi tetep laris di pasaran. Contohnya barang branded (bermerk)

iPhone, selalu ditunggu-tunggu versi terbarunya.
Antri-antri untuk mendapatkan-nya. Padahal harganya super mahal.

Kalau ada yang jual iPhone7 dengan harga 1 juta, kira-kira laku?
tentu saja laku
Tapi yang beli tertipu, 
cek lagi, jangan-jangan logone gambar Salak.

Pertanyaan selanjutnya :
Bagaimana proses yang terjadi di Industri Kreatif sehingga dapat melakukan penjualan dengan harga berdasar Emosi, bukan sekedar berdasar Fungsi

***
Branding

Itulah salah satu hal yang dilakukan, agar customer beli produk kita dan loyal, repeat order, tanpa terlalu mempertimbangkan harga.
Brand dari produk kita secara psikologis harus masuk ke benak konsumen.

Di Indonesia, Brand berkembang dengan Cerita. 



`


Salah satu usaha saya adalah boneka maskot/ boneka karakter custom.
Saya menggunakan model iklan Nafa Urbach yang sesuai dengan khas adaideaja, Jawa banget, Jogja banget.

Nafa Urbach medok nya pol, dan banyak digemari salah satunya karena aksen bahasa-nya itu. Oleh karena-nya, sebagai Brand Ambassador cocok

Nafa Urbach dan Kuprit

Boneka Kuprit, maskotnya Indonesia, menjadi media untuk mendekatkan dan berkenalan dengan calon customer dan customer.
 
Saya menggunakan media komik siKuprit, baik versi cetak maupun versi LINE Webtoons juga untuk lebih dekat komunikasi kepada customer
Kalau dibaca, si pembaca komik akan mencoba membacanya dengan gaya medok. Bahasa dan karakternya lugu, santun, tapi ngakak pol.

Kuprit banyak digemari dengan karakternya yang lucu, suka plesetan, menggemaskan.
Oleh karena itu, apa yang dijual Kuprit akan selaras dengan sifat-nya. Produk adaideaja Selalu ada muatan humor plesetan-nya. 
 
Produknya akan memberikan kesan pada customer: lucu, unik, nyleneh, kreatif, menyenangkan. 

Apakah di industri kreatif, Produknya harus unik?
Tidak selalu. Produk biasa-biasa saja pun bisa.
Unik dan Kreatif bisa dalam banyak hal:
-kemasannya (termasuk lokasi kalau itu menyangkut view, misal rumahmakan)
-cara jualannya 


Kalau sudah mentok dengan kegiatan branding, tidak mengerti caranya harus bagaimana, bisa nggak produk itu laku
Bisa, jadilah satu-satunya
Sehingga konsumen tidak punya pilihan lagi


 *****

Ini yang jarang dibahas

Bagaimana kita sebagai owner dari usaha kita bertingkah laku di media sosial?
Ini menyangkut brand produk, maupun personal brand.

Saya menjalankan ini berdasar pengalaman
Dari dulu karena memang passion di bidang plesetan dan kata-kata lucu, dan memang menjadi visi Adaideaja yang ingin mengembalikan Senyum Ceria Tawa Bahagia bagi Indonesia, maka saya-pun tiap update status maupun share di media sosial selalu mencerminkan jati diri saya sendiri, yang suka menulis hal-hal yang lucu


Humor Komedi Entertainment, itu kompetensi inti dari Adaideaja. 
Untuk itulah produk Adaideaja bahkan saat mengemas kirim paket juga dibikin lucu.

Awas Rapuh, Serapuh Hatiku

Secara khusus saya membahas tentang Konteks dan Konten di sini:
http://www.adaideaja.com/2017/04/dikemas-bikin-gemas.html

Nah,
Langkah untuk memulai Branding, atau kegiatan mengenalkan Brand kita pada customer bisa ditempuh secara sederhana dengan yang saya contohkan tadi

Menyelaraskan diri
Dengan produk jualan-nya, dengan kehidupan kita di media sosial.
Kalau jualannya brownies ya nggak usah ikut-ikutan menghujat kubu-kubu di ranah politik. Gitu lho maksud saya.

Brand dari produk kita akan dikenal karena "perilaku"nya di pasar.
Personal Brand kita pun juga tersusun dari kesan orang terhadap polah tingkah kita.
*****

Hari berikutnya, Senin, 15 Mei 2017
Saya membawakan materi Creative Branding dalam kuliah online di Facebook.

tanya jawab dalam kuliah online gerrsama mas Kuprit
Kuliah online masih bisa disimak di Fb saya, www.facebook.com/adaideaja

Lebih lanjut inshaallah saya akan cerita tentang Adaideaja dan cara kreatif untuk branding, dalam seminar duet mawut Saya gerrsama BayuSkak, Youtuber Indonesia.

Inshaallah saya akan sampaikan juga bagaimana Adaideaja punya misi ingin Menjadi Tuan Rumah di Negeri Orang.
Silahkan disimak cerita Emothaicon, kantor perwakilan Adaideaja di Bangkok, Thailand.
http://www.adaideaja.com/2017/03/emothaicon.html

manajemen Adaideaja
085728309759