Minggu, 12 Februari 2017

Pengusaha yang ULET

Minggu, 12 Februari 2017

Jogja Berhati NyamNyam
Di Jogja terdapat sebuah kampus, sebut saja Politeknik LPP, Lembaga Pendidikan Perkebunan.

Tentu pelajarannya bukan sekedar mengolah kebun, tapi mengelola dari segi ekonomi dll.
Bilamana kebunnya luas, tentulah sama halnya memiliki Kebun Uang.
Namun bila ini hanya sekedar "warisan", kemudian generasi penerus tidak mahir mengelola, maka hanya akan menjadi "ulet" bagi kebunnya.

desain KaosTomat: Pengusaha yang ULET by Adaideaja
Wahyu Liz Adaideaja dengan kaos Pengusaha yang ULET by adaideaja
Miss Gift with kaos Pengusaha yang ULET
Nah, kuliah di kampus ini harapannya akan memiliki kemampuan manajerial yang elok, sehingga mampu melanjutkan sebagai generasi penerus Perkebunan.
Wahyu Liz Adaideaja memberikan gambaran dunia kewirausahaan
dunia yang menantang, dan bagaimana menakhlukkannya

Namun ada kalanya, generasi penerus memiliki passion yang berlainan dari bidang perkebunan.

Untuk itulah, mereka belajar kewirausahaan.
Agar tidak menjadi "ULET" dalam kebun-nya, namun kan menjadi Pengusaha yang ULET, tangguh, tak terkalahkan.
pembicara Seminar KewirausaHaha
ambyarrrkan !!

QNA
Question and Ambyar

Q : Mas, bagaimana pendapat Mas Kuprit tentang pembajakan produk kreatif di Indonesia?
A : Itu akibat peninggalan politik kompeni: Devide Et Impera, sehingga banyak Dividi et emperan jalan, itu bajakan semua

Q: Bagaimana kalau produk kita dibajak? itu membuat ketakutan kita sebagai pengusaha/ kreator 
A: Nggak usah jualan aja, biar nggak dibajak :D
Produk kita dibajak itu berarti Sangat Bagus, kita disanjung, dengan cara yang keliru. Nah sbagai pioneer, fokus ke visi, garis finish, pelari kalau mu mnang jangan tolah-toleh 

Semoga mengharukan