Senin, 29 Mei 2017

Ide Kreatif Bulan Ramadhan

Puasa, dalam bahasa Inggris disebut FAST

Kalau versi saya, mengapa puasa disebut FAST ?
karena FAST berarti: Forbidden And Stop Temporary

jangka waktu Puasa juga so FAST, cepet kok
FAST: Fajar Ampe Surya Tenggelam 



Menunggu berbuka bukanlah sesuatu hal yang lama, kecuali bila anda berpuasa di negara yang waktu siangnya bisa 16 jam, itu lama.

Nah, untuk itu perlu ide kreatif kegiatan mengisi bulan Ramadhan 

Saya membagi menjadi 3 golongan kegiatan:
  1. Mengerjakan Hobi
  2. Jualan
  3. Mengerjakan hobi yang dikonversi menjadi bernilai jual
1. Mengerjakan Hobi

Hobi saya berkaitan dengan kreativitas, desain, olah kata.
Menulis, Menggambar Komik

Baru-baru ini, saya membuat kartu ucapan 3 dimensi. 
Kalau dilipat jadi kertas biasa, tapi begitu dibuka, waoooww... 
tetep kertas biasa
  Coba lihat video Kartu 3D nya di sini:


2. Jualan

Karena saya mengelola usaha Adaideaja, maka jualan jadi kegiatan sehari-hari.
Di bulan Ramadhan ini saya jualan coklat unik, dengan brand CoklatKanada. kemasan-nya pakai foto plus ucapan dari pemesan (custom)




Saya juga bikin boneka karakter custom, sesuai pesenan








3. Mengerjakan Hobi yang Bernilai Jual

Ini yang paling menyenangkan, karena mengerjakan yang kita cintai, dan tentu mencintai yang kita kerjakan. 

Hasilnya, kerja seperti nggak kerja, seperti bermain saja, sudah gitu dapet penghasilan dari yang dikerjakan.


Termasuk ke dalam hobi saya:
Saya mengemas sebuah ilmu, ide, inspirasi, dan gagasan, kemudian saya sampaikan dengan bentuk humor entertainment, Seminar ful Guyon ala Jogja. 

Penting untuk dicatat disini bahwa:
Kreativitas tidak selalu harus dihargai dengan Rupiah

..
..
Dengan Dollar juga boleh!
 

Pada dasarnya, produk dan jasa yang saya jual adalah produk penyaluran hobi.

Sebuah kebahagiaan dan kepuasan ketika melihat orang tersenyum ceria tertawa bahagia ketika melihat maupun memakai produk dari Adaideaja

Bahagia dengan membuat orang lain bahagia
Seperti itu kira-kira inti kegiatan saya dan adaideaja

*****


Muncul pertanyaan yang cukup kritis
saking kritisnya dilarikan ke UGD

Pertanyaan:
"Lhah kalau saya karyawan, 3 kriteria mengisi kegiatan itu nggak masuk donk mas!?"

Jawab:
Sama kok, Kerja di kantoran atau institusi apapun, identik dengan jualan.
Jualan tenaga dan pikiran, dibayar dengan gaji.

Nah kalau tenaga dan pikiran yang dikonversi jadi gaji itu ternyata sesuai dengan hobi, sama juga enjoy dalam bekerja. menyenangkan.
Menunggu waktu berbuka tak lagi berasa lama.

Apalagi nunggunya sambil ngemil :p    

*****

Sekarang coba tanyakan ke diri sendiri,
Hobinya sudah tersalurkan secara positif belum?
Dan, apakah dari hobinya ternyata ada nilai ekonomisnya?

Tanyakan lagi ke diri sendiri,
Bagaimana menciptakan kegiatan yang benar-benar bermanfaat bukan hanya ke diri sendiri tapi juga bagi orang banyak.

Semoga Mengharukan


Wahyu Liz Adaideaja
management 085728309759
line@  @adaideaja
Read More...


Jumat, 26 Mei 2017

bukaLakban

lakban BukaLapak


Ini adalah lakban dari bukalapak -salah satu marketplace besar di Indonesia-
BukaLapak memiliki komunitas di hampir setiap kota di Indonesia
namanya komunitas BukaLapak
Anggotanya adalah para pelapak, pedagang online yang jualan di BukaLapak


hadiah juara lomba desain kaos bukalapak

Setiap saat, komunitas ini mengadakan kopi darat, kopdar, sebuah acara keakraban antar anggota.
Selain itu, kopdar bukapalak juga bertujuan saling berbagi ilmu antar anggota.
ilmu selling, marketing, branding, dan jurus-jurus enterprener lainnya.

Seusai kopdar biasanya akan dibagikan lakban kepada para peserta. Lakban bertuliskan bukalapak.


jualannya adaideaja

Saya Wahyu Liz Adaideaja -member komunitas bukalapak Soloraya- akan membahas mengenai Lakban ini

Ada Apa dengan LAKBAN ?
Menurut saya, Lakban ini adalah singkatan yang menunjukkan doa dan harapan.
LAKBAN: LAKu BANyak 

Makin cepet Lakban-nya habis, menunjukkan kalau dagangan-nya laris
Karena, sebagai marketplace, tentu saja para pedagang di bukalapak jualannya secara online, dan dikirim melalui ekspedisi, tentu melibatkan lakban untuk mengemas barang-nya.

Makna LAKBAN lainnya
Adalah sebagai simbol perekat, mengikat, mengakrabkan, satu anggota dengan anggota lainnya, yang notabene adalah para pedagang dan wirausahawan

 
picture was taken by Te Mietha

Tanggal 21 Mei 2017 
Komunitas Bukalapak Solo menghadiri seminar dengan pembicara Ahmad Zaky, CEO bukalapak.
Dalam acara ini, lupa nggak bagi-bagi lakban, karena sibuk narsis foto-foto sama Mas CEO. 
Lengkap acaranya bisa disimak di postingan ini:
http://www.adaideaja.com/2017/05/hari-kebangkitan-harga.html


Tanggal 25 Mei 2017 
Saya dan boneka maskot si Kuprit, hadir untuk berbagi inspirasi tentang industri kreatif, di Kantor Pos Besar Solo, dalam acara yang diselenggarakan oleh Kantor Pos bekerja sama dengan komunitas Bukalapak Soloraya

ini bukan mbak-mbak kantorpos, ini kakak emes kuprit di SamutSakhon, Thailand
peserta nampak memperhatikan snack
melihat seberkas cahaya terang menyinari hidupku


  
Dalam acara ini saya sampaikan pentingnya Diferensiasi sebuah produk. Apalagi produk dari bisnis kreatif, seperti fashion, kuliner, yang cukup banyak dikelola oleh teman-teman UKM.

Diferensiasi akan mengangkat produk kita dari kerumunan produk kompetitor yang sejenis.
Kalau produk kita memiliki nilai pembeda, maka sudah tidak ada lagi kompetisi dari sisi harga, tidak perlu terjun terlibat dalam pasar yang mengandalkan perang harga.
 
nah yang ini mbak mbak Kantor Pos
sesi antri foto postwedding


Bagaimana cara mencari faktor pembeda/ Diferensiasi
Prinsip: apapun yang kita lakukan untuk diferensiasi, harus bertujuan untuk mengangkat citra produknya.

Beda atau Unik, tidak selalu harus pada produk.
Jangan terjebak dengan utak atik produk tanpa disertai perencanaan matang.
Banyak produk yang sepertinya unik, cepat terkenal, tapi cepat juga tenggelam.
Misalnya bakmi warna pink, bakso rasa strawberry, coklat rasa tempe gembus.

Ada beberapa produk yang lebih bagus dibiarkan orisinel,
Pertanyaannya:
Terus Diferensiasi-nya bagaimana?
Kita bisa mainkan kemasan-nya, atau strategi promosi, maupun cara jualan-nya 


foto keluarga audience

tim bukalapak soloraya

Buatlah customer Jatuh Cinta
Kita tidak perlu bikin Tempe rasa Coklat, sebab kalau kita berhasil bikin customer jatuh cinta... lihatlah orang yang sedang jatuh cinta, makan Tempe akan serasa Coklat 

Apa jadinya kalau customer tidak cinta?
Madu yang manis-pun rasanya akan seperti diMadu, pahit. 
makan Mendoan, ingat Mantan, ditinggal Mendua.. *nangiskejer

Saya mengintegrasikan diferensiasi, mengkombinasikan dengan kebutuhan pasar
Si Kuprit berdiri sendiri sebagai Kuprit, muncul dengan komiknya di LINE Webtoons, dengan lebih dari 350ribu pembaca
Menghadirkan guyonan ala Jogja, santun tapi tetep bisa bikin ketawa ambyarrr


Saya membuat faktor pembeda ketika menerbitkan Komik Kuprit dalam bahasa Thailand, dan meluncurkannya di Thailand.

tas kanvas Kuprit: Pirates of the CarryBag

Produk-produk Adaideaja sendiri punya kekhasan, menghibur, konten lucu, dikemas-pun juga dengan cara lucu, selaras dengan karakter Kuprit yang suka bikin gemes. 

Pe eR buat anda semua
Temukan Faktor Pembeda/ Diferensiasi dari produk anda, yang akan mengangkat produk anda dari kerumunan, unggul di tengah kompetisi.

Kalau anda seorang profesional seperti Penulis, Novelis, komikus, publicSpeaker, temukan juga kompetensi inti diri anda dan Diferensiasi-nya, yang membuat anda khas, berbeda dari yang lainnya.


Semoga Mengharukan

Wahyu Liz Adaideaja
management 085728309759   Read More...


Minggu, 21 Mei 2017

Hari Kebangkitan Harga

Sabtu Kliwon, 20 Mei 2017
(tanggal 23 bulan Ruwah) 
 



Saya, Wahyu Liz Adaideaja, ditemani oleh Pengrajin Youtube, BayuSkak
bikin ambyarrr kota Semarang

Sebelum acara, saya awali dengan menyanyikan lagu wajib: Kehilangan Balon. 
Video ada di Instagram saya (@adaideaja) dan di youtube sbb:



Saya dan BayuSkak sama-sama becerita tentang proses, bukan Succes Story, kita belum merasa sukses kok.
Intinya, yang saya lakukan dengan Kuprit adalah:
  • Melakukan hal yang biasa, dengan cara yang berbeda.
  • Memberi nilai tambah (value add) sehingga yang tadinya biasa, menjadi luarrrr angkasa.
  • Memberi Differensiasi pada produk maupun strategi jualannya, karena prinsip Diferensiasi = Different sih Asik

Kalau diaplikasikan ke barang jualan, dengan cara menambah value add kita bisa membuat nilai barangnya jadi mahal, tapi tetep laris.
Simak lagi artikel saya sebelum yang ini, di link berikut:
http://www.adaideaja.com/2017/05/makin-mahal-makin-laris.html  


****
 
coklat custom by order
kemasan pakai foto dan ucapan dari pemesan
instagram: coklatkanada


Ini adalah contoh produk saya, namanya CoklatKanada
Coklat unik, kemasannya pakai foto dan ucapan dari pemesan (customize)
Coklatnya biasa, saya beri nilai tambah (value add) dengan kemasan custom, suka-suka yang pesen.

Dijual 1 pack isi 25 pcs, buat hidangan lebaran, atau ulangtahun, dll
Jadi, lebaran takperlu bingung, Kan Ada coklat.. 

*****
 
Berikut ini VLAUGH Saya feat BayuSkak




Pesan Saya:
Ingat semboyan: 
No PAIN No GAIN, yang artinya : kalau nggak ngapa-ngaPAIN ya nggak diharGAIN 

Kita diapresiasi dan dihargai, karena konsistensi kita dalam berkarya, fokus dan berjalan sesuai visi.
BayuSkak tetep di jalur Youtube nya, Saya tetep dengan Kuprit dan segala ulahnya.





Setelah ambyarrr tersebut di atas, Saya lanjut mengembara di Kota Semarang.
Kali ini Saya mengunjungi Lawang Sewu, dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)




Kerjaannya cukup menantang
Penjaga pintu Lawang Sewu
.
Tiap pagi mbukaki lawange satu satu
Pas lawang sing ke sewu eh wis Maghrib,
Jadi ditutup lagi satu satu,
...
Pas lawang sing ke sewu ditutup.. eh wis esuk


Jelang Ashar, Saya masih di bangunan bekas kantor Maskapai Kereta Api Belanda ini. Mengamati beberapa view.

Mendadak Saya disapa sama seorang mbak-mbak,
"Mas, bisa minta tolong foto"
"oh boleh, sini saya fotokan"

Kemudian si Mamas temennya nerusin bilang,
"Bukan mas, kami minta foto sama mas, kami follower-nya mas di instagram"
Unch.. saya mengira anak-anak ini barusan ikut seminar, ternyata tidak.
Mereka dari nun jauh Sumbawa

Pasti bukan kebetulan.
Dan ini bukan cerita tentang Kuprit itu terkenal,

ini Saya sebut sebagai apresiasi, 
serasa "beban" tanggungjawab Saya, untuk terus berbagi inspirasi, menyemangati, mengajak anak-anak muda terus berkarya.
Untuk Indonesia, dan Dunia.


Saya lanjut perjalanan ke MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah)

senja dari menara Al Husna, Masjid Agung Jawa Tengah
replika menara Kudus di museum MAJT
pakai koin 1000
Di kompleks MAJT, ada payung-payung seperti di Mekkah,
Juga ada Menara, namanya Menara Al Husna, saya masuk dan naik ke atas menara, dengan menggunakan lift.
Tiket masuknya per orang 10ribu,-

Dari atas menara kita bisa melihat pelabuhan Tanjung Mas, dengan menggunkan teropong.
Teropongnya berfungsi ketika kita masukkan koin Rp1000,- dan menyala selama 90detik.


*****

Pulang kembali ke Solo, hingga malam hari,
dan esok pagi-nya, Saya bersama-sama Komunitas Bukalapak Soloraya menghadiri seminar bersama CEO Bukalapak, Ahmad Zaky

Minggu Legi, 21 Mei 2017
Lokasi di Graha Soloraya, Penyelenggara Acara: Kasmaji

Ahmad Zaky berbaju biru di tengah, saya berkaos merah dan bawa boneka kuprit, meski tak kau tanya

Ahmad Zakiy menyampaikan bahwa:
Indonesia ini -kelihatannya- kaya secara Sumber Daya Alam, namun perlu diingat, bahwa peringkat kekayaan Indonesia bukan di rangking 10 besar sekalipun.
Maka tugas kita adalah: memperkaya potensi Sumber Daya Manusia-nya, (versi saya: industri kreatifnya dimajukan).


Semoga Mengharukan

Wahyu Liz Adaideaja
management: 085728309759
Read More...


Senin, 15 Mei 2017

Makin Mahal Makin Laris

Kita boleh kok jual benda-benda terlarang
terlarang artinya the most expensive, paling mahal.
(larang = mahal)

Itu adalah kalimat pembuka yang kurang penting
Nah, berikut ini hal-hal yang lebih penting:


Pada suatu hari, di musim panas di Kota Solo
Minggu, 14 Mei 2017

Saya memberikan seminar creative entrepreneur untuk teman-teman wirausaha Soloraya, di Hotel Baron Indah, Solo
Penyelenggara acara-nya adalah RKB (Rumah Kreatif BUMN) Kota Solo.
Tema: Kumpul BakuL #2

Didukung oleh beberapa komunitas dan lembaga seperti 
-iibf (indonesian islamic bisnis forum)
-YuBi Solo
-PLUT KUMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM)
-TOP (Tokopedia Solo)
-BL (Bukalapak Solo)



Kuprit feat Ryo, pemuda yang tinggi semampai
pak Edy dari RKB, juga mas Angga R Solixin
ambyyarrrkan!
Pak Edy Suhardi -Manager RKB Solo- memaparkan kiat-kiat bisnis, juga memperkenalkan kegiatan di Rumah Kreatif BUMN.

Nampak hadir tergopoh-gopoh para peserta, ada yang dari luar kota, ada Wonogiri, ada Magetan, yang kalau jalan kaki 2 hari baru nyampai.

Materi Seminar yang saya sampaikan -sebagai praktisi industri kreatif- tentu bukan hal yang teoritis, karena saya praktisi, pelaku.
Praktek dulu baru menemukan teori-nya.

Dalam industri kreatif, 
Kita jualan barang yang -harga jualnya- ditentukan dengan 2 cara:
1. Harga Secara Fungsi (orang beli untuk apa)
2. Harga Secara Emosi  (orang beli akan menjadi apa)

Harga Secara Fungsi
Perhitungan komponen harga berdasar Harga Pokok Produksi 

misalnya Kaos.
Harga jual 30.000,-
itu komponen harganya:
  • Kain             : 20.000
  • sablon          :   3.000
  • JahiT            :   3.000
  • gaji karyawan:   1.000
  • biaya-biaya   :   1.000
  • ambil margin :   2.000
pas 30.000,-
Bagaimana jualan dengan margin Rp2.000,- bisa jadi milyarder?
jual secara massive quantity, sehari jual 10.000 pcs misalnya 

Harga Secara Emosi
Perhitungan komponen harga berdasar Nilai Tambah pada produk (value add) yang menggerakkan emosi pelanggan. Beli bukan karena sekedar butuh tapi juga karena ingin.

misal kaos
Harga jual 120.000,-
Tidak dapat dirinci berdasar harga pokok produksi 


para pemirsa selalu bahagia
Produk Adaideaja antara lain KaosTomat, Kaos Plesetan Gokil,
Harga jualnya 75-90ribu,-
Inti jualannya adalah pada ide desain kata kata plesetannya.

kaos pengusaha yang ULET

model: Sheza Idris

Itulah sebabnya ada barang-barang yang harganya luar biasa mahal tapi tetep laris di pasaran. Contohnya barang branded (bermerk)

iPhone, selalu ditunggu-tunggu versi terbarunya.
Antri-antri untuk mendapatkan-nya. Padahal harganya super mahal.

Kalau ada yang jual iPhone7 dengan harga 1 juta, kira-kira laku?
tentu saja laku
Tapi yang beli tertipu, 
cek lagi, jangan-jangan logone gambar Salak.

Pertanyaan selanjutnya :
Bagaimana proses yang terjadi di Industri Kreatif sehingga dapat melakukan penjualan dengan harga berdasar Emosi, bukan sekedar berdasar Fungsi

***
Branding

Itulah salah satu hal yang dilakukan, agar customer beli produk kita dan loyal, repeat order, tanpa terlalu mempertimbangkan harga.
Brand dari produk kita secara psikologis harus masuk ke benak konsumen.

Di Indonesia, Brand berkembang dengan Cerita. 



`


Salah satu usaha saya adalah boneka maskot/ boneka karakter custom.
Saya menggunakan model iklan Nafa Urbach yang sesuai dengan khas adaideaja, Jawa banget, Jogja banget.

Nafa Urbach medok nya pol, dan banyak digemari salah satunya karena aksen bahasa-nya itu. Oleh karena-nya, sebagai Brand Ambassador cocok

Nafa Urbach dan Kuprit

Boneka Kuprit, maskotnya Indonesia, menjadi media untuk mendekatkan dan berkenalan dengan calon customer dan customer.
 
Saya menggunakan media komik siKuprit, baik versi cetak maupun versi LINE Webtoons juga untuk lebih dekat komunikasi kepada customer
Kalau dibaca, si pembaca komik akan mencoba membacanya dengan gaya medok. Bahasa dan karakternya lugu, santun, tapi ngakak pol.

Kuprit banyak digemari dengan karakternya yang lucu, suka plesetan, menggemaskan.
Oleh karena itu, apa yang dijual Kuprit akan selaras dengan sifat-nya. Produk adaideaja Selalu ada muatan humor plesetan-nya. 
 
Produknya akan memberikan kesan pada customer: lucu, unik, nyleneh, kreatif, menyenangkan. 

Apakah di industri kreatif, Produknya harus unik?
Tidak selalu. Produk biasa-biasa saja pun bisa.
Unik dan Kreatif bisa dalam banyak hal:
-kemasannya (termasuk lokasi kalau itu menyangkut view, misal rumahmakan)
-cara jualannya 


Kalau sudah mentok dengan kegiatan branding, tidak mengerti caranya harus bagaimana, bisa nggak produk itu laku
Bisa, jadilah satu-satunya
Sehingga konsumen tidak punya pilihan lagi


 *****

Ini yang jarang dibahas

Bagaimana kita sebagai owner dari usaha kita bertingkah laku di media sosial?
Ini menyangkut brand produk, maupun personal brand.

Saya menjalankan ini berdasar pengalaman
Dari dulu karena memang passion di bidang plesetan dan kata-kata lucu, dan memang menjadi visi Adaideaja yang ingin mengembalikan Senyum Ceria Tawa Bahagia bagi Indonesia, maka saya-pun tiap update status maupun share di media sosial selalu mencerminkan jati diri saya sendiri, yang suka menulis hal-hal yang lucu


Humor Komedi Entertainment, itu kompetensi inti dari Adaideaja. 
Untuk itulah produk Adaideaja bahkan saat mengemas kirim paket juga dibikin lucu.

Awas Rapuh, Serapuh Hatiku

Secara khusus saya membahas tentang Konteks dan Konten di sini:
http://www.adaideaja.com/2017/04/dikemas-bikin-gemas.html

Nah,
Langkah untuk memulai Branding, atau kegiatan mengenalkan Brand kita pada customer bisa ditempuh secara sederhana dengan yang saya contohkan tadi

Menyelaraskan diri
Dengan produk jualan-nya, dengan kehidupan kita di media sosial.
Kalau jualannya brownies ya nggak usah ikut-ikutan menghujat kubu-kubu di ranah politik. Gitu lho maksud saya.

Brand dari produk kita akan dikenal karena "perilaku"nya di pasar.
Personal Brand kita pun juga tersusun dari kesan orang terhadap polah tingkah kita.
*****

Hari berikutnya, Senin, 15 Mei 2017
Saya membawakan materi Creative Branding dalam kuliah online di Facebook.

tanya jawab dalam kuliah online gerrsama mas Kuprit
Kuliah online masih bisa disimak di Fb saya, www.facebook.com/adaideaja

Lebih lanjut inshaallah saya akan cerita tentang Adaideaja dan cara kreatif untuk branding, dalam seminar duet mawut Saya gerrsama BayuSkak, Youtuber Indonesia.

Inshaallah saya akan sampaikan juga bagaimana Adaideaja punya misi ingin Menjadi Tuan Rumah di Negeri Orang.
Silahkan disimak cerita Emothaicon, kantor perwakilan Adaideaja di Bangkok, Thailand.
http://www.adaideaja.com/2017/03/emothaicon.html

manajemen Adaideaja
085728309759
Read More...